Memilih untuk hidup sendiri (baca : melayani orang lain di luar keluarga).
Atau memilih untuk hidup berkeluarga (baca : melayani keluarga sendiri).
Dari sanalah, pilihan hidup berkeluarga tanpa menyampingkn kebutuhan rohani untuk melayani, kuputuskan dan akan kujalani (dengan berkat Tuhan).
Keluarga kecil yang dibentuk bersama My Man dan senantiasa membawa Kasih-Nya dalam tiap langkah hidup keluarga ini.
Menikah belum tentu menjadi pilihan banyak orang. karena didalamnya mengandung banyak unsur.
Menyatukan dua pribadi yang berbeda menjadi satu.
menyatukan dua kebiasaan yang berbeda menjadi sebuah keluarga.
Menyatukan pikiran, pendapat, pengalaman, dan keseluruhan diri dalam satu hati.
Kadang, kebiasaan lama masih terbawa dalam hidup pernikahan.
Misalnya, terbiasa mencuci piring sendiri. Maka dalam hidup berkeluarga mampu mencuci piring My Man, mencuci gelas, mencuci pakaian dan beberapa barang lain yang dipakai dalam rumah.
Kadang pula, kebiasaan baru pun muncul setelah menikah.
Misalnya, terbiasa bangun tidur sendiri. Maka dalam hidup berkeluarga mampu dibangunkan My Man.
Inilah, permulaan yang baru bagiku dan My Man.
Semua membutuhkan proses, pembelajaran dan sebuah kesepakatan bersama dalam ikatan saling percaya berpeluk Kasih-Nya.
Berkati tiap nafas baru, permulaan baru yang kami torehkan dalam nadi ku dan My Man.
-"Demikianlah mereka bukan lagi dua melainkan satu." (Matius 19:6)


Posting Komentar
komentar positif itu baik :)