KEPUTUSAN YANG MENDAMAIKAN (Reblog)


“Anda bebas untuk memilih apa saja, tapi Anda tidak bebas akan konsekuensi dari keputusan Anda”, itu pesan yang kerap terdengar di dunia pengambilan keputusan. Dalam kehidupan khususnya, sebuah keputusan memiliki rangkaian akibat yang rumit dan panjang. Ia yang mengambil keputusan secara serampangan, kehidupannya sangat mungkin jadi berantakan.
Itu sebabnya, orang-orang tua dan berpengalaman kerap memberikan pesan seperti ini: “jangan pernah berjanji saat Anda merasa senang berlebihan, jangan pernah mengambil keputusan penting saat Anda merasa sedih berlebihan”. Terutama karena saat emosi di dalam berada di titik ekstrim, di sana pikiran bernasib seperti cermin yang berantakan.
Dari cermin yang berantakan muncul wajah kehidupan yang berantakan. Wajah kehidupan yang berantakan menghasilkan keputusan yang juga berantakan. Dan keputusan-keputusan penting dalam kehidupan disarankan dilakukan saat pikiran dan perasaan duduk seimbang di titik tengah.
Makanya salah satu arti meditasi adalah seni untuk selalu kembali ke tengah. Tatkala pikiran terlalu kacau atau terlalu damai, kembali ke tengah. Saat perasaan terlalu sedih atau terlalu senang, kembali ke tengah. Ia mirip dengan menyetel senar gitar. Terlalu kencang senarnya putus, terlalu longgar senarnya tidak menghasilkan bunyi.

Di titik tengah itulah seseorang bisa menghasilkan keputusan yang indah mirip dengan suara gitar. Dan menemukan titik tengah ini, tidak saja memerlukan waktu dan ketekunan, tapi juga memerlukan kepekaan mendalam untuk mendengar suara-suara di dalam.
Coba ingat kembali saat-saat Anda sangat sedih. Terasa sekali kalau ada suara gemuruh di dalam. Bayangkan kembali tatkala Anda sangat gembira. Lagi-lagi muncul suara gemuruh yang serupa. Hal yang sama terjadi ketika pikiran merasa terlalu benar atau terlalu salah, di dalam penuh dengan suara gemuruh.
Dan meditasi tidak berusaha mengusir suara gemuruh tadi, melainkan hanya melihat sifat alaminya yang muncul kemudian lenyap. Ketekunan untuk selalu menjadi saksi seperti inilah, yang membuat seseorang bisa istirahat sempurna di titik tengah.
Orang-orang yang sering duduk sempurna di titik tengah, pikirannya tidak lagi mencengkeram, perasaannya tidak lagi mengguncang. Dalam bahasa meditasi, energi kemarahan masih ada di dalam, tapi energi kesadaran hadir di dalam dalam jumlah yang lebih besar.
Sebagai akibatnya, setiap kali seseorang mengambil keputusan-keputusan penting, semuanya terlihat terang benderang. Ujungnya mudah ditebak, seseorang bisa menghasilkan keputusan-keputusan yang jauh lebih mendamaikan. Tidak saja mendamaikan ke luar, juga mendamaikan ke dalam.
Keputusan-keputusan seperti inilah yang membimbing dunia ke arah yang lebih bercahaya. Serangkaian keputusan yang lebih mungkin lahir dari jiwa-jiwa yang bercahaya. Serupa dengan cahaya listrik, yang negatif tidak dibuang, melainkan negatif-positif disentesakan. Sesuatu yang lebih mungkin dilakukan oleh mereka yang sering istirahat di titik tengah.

Penulis: Gede Prama
Sumber : http://gedeprama.blogdetik.com/2015/09/25/keputusan-yang-mendamaikan

Posting Komentar

komentar positif itu baik :)

My Instagram

Designed By OddThemes | Distributed By Blogger Templates